kenapa anak sering menarik telinga tanpa sebab jelas

Kenapa Anak Sering Menarik Telinga Tanpa Sebab, Melihat si kecil terus-menerus menarik, menggaruk, atau memegang telinganya padahal tidak rewel karena demam tentu membuat orang tua cemas. Kebiasaan ini seringkali bukan sekadar iseng, melainkan cara anak berkomunikasi bahwa ada sesuatu yang tidak nyaman di telinganya, bahkan sebelum ia bisa bicara.

Kenapa anak sering menarik telinga tanpa sebab jelas memang memiliki banyak kemungkinan, mulai dari fase eksplorasi tubuh yang normal hingga tanda awal infeksi telinga atau penumpukan kotoran. Memahami perbedaannya akan membantu Anda merespons dengan tenang dan tepat, tanpa panik berlebihan.

Kenapa Anak Sering Menarik Telinga Tanpa Sebab Jelas?

Bayi Anda terus menarik telinganya padahal tidak demam dan tetap ceria? Tentu ini membuat khawatir.Tenang, Anda tidak sendiri. Kenapa anak sering menarik telinga tanpa sebab jelas adalah pertanyaan yang sangat umum. Perilaku ini sering jadi cara anak bilang ada yang tidak nyaman, karena ia belum bisa bicara.Pada dasarnya, penyebabnya terbagi dua. Pertama, fase eksplorasi normal. Kedua, tanda ada gangguan ringan di telinga. Karena itu, penting untuk tahu cara membedakannya.

Bayi menarik telinga – penyebab kenapa anak sering menarik telinga tanpa sebab jelas

7 Penyebab Umum Anak Sering Menarik atau Menggaruk Telinga

1. Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media)

Ini adalah penyebab medis nomor satu. Otitis media adalah radang di belakang gendang telinga.

Saluran penghubung hidung dan telinga anak masih pendek. Jadi, saat pilek, saluran ini mudah tersumbat. Akibatnya, cairan menumpuk dan menimbulkan tekanan.

Anak pun menarik telinganya karena merasa penuh dan nyeri.

2. Penumpukan Kotoran Telinga (Serumen)

Kenapa telinga anak budeg? Seringkali karena kotoran yang mengeras.

Kotoran sebenarnya berfungsi melindungi telinga. Namun jika terlalu banyak, ia bisa menyumbat. Anak akan merasa gatal, berdenging, dan seperti budeg.

Karena itu, ia berusaha mengeluarkannya dengan menarik telinga.

3. Fase Tumbuh Gigi

Ini sering tidak disadari orang tua. Saraf di gusi dan telinga letaknya berdekatan.

Jadi, saat gigi geraham tumbuh, nyeri dari gusi bisa menjalar ke telinga. Biasanya ini disertai banyak air liur dan suka menggigit.

4. Kebiasaan Sensorik dan Eksplorasi Diri

Lalu, kenapa anak sering pegang telinga? saat usia 6-12 bulan, jawabannya bisa sangat sederhana.

Ia baru sadar punya telinga. Menarik telinga jadi cara menenangkan diri saat mengantuk atau bosan. Mirip seperti mengisap jempol.

Jika anak tetap ceria dan tidak ada gejala lain, ini cenderung normal.

5. Infeksi Telinga Luar (Otitis Eksterna)

Kondisi ini berbeda dengan otitis media. Radangnya terjadi di liang telinga bagian luar.

Pemicunya bisa dari air yang terperangkap setelah berenang atau kebiasaan mengorek. Gejala utamanya adalah gatal yang hebat.

Inilah jawaban paling umum untuk apa yang menyebabkan telinga anak sering gatal?

6. Alergi atau Iritasi Kulit

Anak dengan riwayat eksim atau alergi debu lebih rentan. Kulit di liang telinganya bisa menjadi sangat kering dan gatal.

Selain itu, sisa sampo atau sabun yang keras juga bisa memicu iritasi.

7. Benda Asing di Telinga

Seorang ibu datang dengan keluhan anaknya usia 18 bulan menarik telinga kanan setiap mau tidur selama 3 hari. Tidak ada demam. Setelah diperiksa dokter THT, ternyata ada penumpukan kotoran yang padat. Setelah dibersihkan dengan alat aman, kebiasaan itu langsung hilang. Ini bukti bahwa pemeriksaan langsung sangat penting

Diagram perbedaan otitis media dan otitis eksterna pada anak

Cara Membedakan yang Normal dan yang Perlu Diwaspadai

Agar lebih mudah memantau, perhatikan tabel sederhana ini:

Ciri Kebiasaan

Cenderung Normal / Kebiasaan

Perlu Diwaspadai (Tanda Infeksi/Gangguan)

Frekuensi

Sesekali, saat bosan atau ngantuk

Sangat sering, intens, hampir setiap jam

Gejala Penyerta

Anak tetap ceria, makan dan tidur normal

Demam, rewel hebat, sulit tidur, diare, pilek berat

Respon

Berhenti saat dialihkan mainan

Menangis semakin keras saat telinga disentuh

Tampilan Telinga

Bersih, tidak bengkak

Keluar cairan kuning/hijau, bau tidak sedap, daun telinga kemerahan dan bengkak

Jika anak Anda masuk kolom sebelah kanan, jangan mencoba mengorek dengan cotton bud. Cotton bud justru dapat mendorong kotoran lebih dalam dan melukai gendang telinga yang tipis. [https://infotipskesehatan.com: Baca juga panduan aman membersihkan telinga anak menurut dokter THT].

Apa yang Bisa Orang Tua Lakukan di Rumah?

  1. Amati dan catat polanya. Kapan ia menarik telinga? Apakah setelah pilek, setelah berenang, atau saat tumbuh gigi? Catatan ini sangat membantu dokter.
  2. Alihkan perhatian. Jika terlihat seperti kebiasaan, coba alihkan dengan mainan, pelukan, atau aktivitas sensorik lain.
  3. Jaga kebersihan area luar telinga saja. Bersihkan daun telinga bagian luar dengan waslap lembut setelah mandi. Tidak perlu memasukkan apapun ke dalam liang telinga.
  4. Pastikan hidung tidak tersumbat. Saat pilek, bantu anak membuang ingus dengan lembut. Saluran hidung yang lega dapat membantu mengurangi tekanan di telinga tengah. [https://infotipskesehatan.com: Cara mengatasi hidung tersumbat pada anak di malam hari].
  5. Hindari paparan asap rokok dan debu berlebih. Kedua hal ini dapat memperparah iritasi dan risiko infeksi THT.

Kapan Harus ke Dokter?

“Dokter THT memeriksa telinga anak dengan otoskop”

Segera bawa ke dokter anak atau dokter Sp.THT jika:

  1. Menarik telinga disertai demam di atas 38°C dan sangat rewel.
  2. Keluar cairan, nanah, atau darah dari telinga.
  3. Daun telinga bengkak, merah, dan terasa panas.
  4. Anak tidak merespons saat dipanggil. Anda curiga pendengarannya berkurang atau budeg.
  5. Kebiasaan kenapa anak sering menggaruk telinga terjadi lebih dari 3 hari dan makin parah.
  6. Anda curiga ada benda asing di dalam telinga.

Hanya dokter dengan alat otoskop yang bisa melihat kondisi gendang telinga secara pasti.

Kesimpulan

Jadi, kenapa anak sering menarik telinga tanpa sebab jelas tidak selalu berarti sakit parah. Bisa jadi itu fase normal, efek tumbuh gigi, atau tanda awal kotoran menumpuk.

Kuncinya adalah mengamati gejala lain yang menyertainya. Jika ragu, lebih baik periksakan. Penanganan dini jauh lebih nyaman untuk anak.

Punya pengalaman serupa? Tulis di kolom komentar ya. Dan jangan lupa subscribe untuk dapat info kesehatan THT terbaru.


Disclaimer: Artikel ini untuk informasi edukasi umum, bukan diagnosis personal. Kondisi setiap anak berbeda. Selalu konsultasi ke dokter anak atau Sp.THT untuk penanganan yang tepat. Info kesehatan bisa berubah, jadi cek sumber resmi seperti Kemenkes RI dan IDAI untuk update terbaru.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

1. Kenapa anak sering menggaruk telinga saat tidur?
Menggaruk saat tidur biasanya dipicu rasa gatal akibat kulit liang telinga yang kering, penumpukan kotoran ringan, atau alergi. Posisi berbaring juga dapat meningkatkan tekanan pada telinga tengah jika sedang pilek, sehingga anak menggaruk untuk mencari posisi nyaman.

2. Apakah menarik telinga tanda anak akan budeg?
Tidak selalu. Menarik telinga adalah sinyal ketidaknyamanan, bukan penyebab budeg. Namun, jika penumpukan kotoran atau cairan akibat infeksi dibiarkan tanpa penanganan, pendengaran bisa terganggu sementara dan terasa budeg.

3. Kenapa anak sering pegang telinga saat tumbuh gigi?
Karena saraf gusi dan telinga berbagi jalur yang berdekatan, nyeri gusi saat tumbuh gigi bisa terasa sampai ke telinga. Anak akan memegang telinga di sisi yang sama dengan gusi yang nyeri untuk meredakan rasa tidak nyaman tersebut.

4. Bolehkah membersihkan telinga anak dengan cotton bud?
Tidak disarankan. Cotton bud berisiko mendorong kotoran lebih dalam, melukai liang telinga, dan bahkan merobek gendang telinga. Cukup bersihkan bagian daun telinga luar saja dengan kain lembut.

5. Apa yang menyebabkan telinga anak sering gatal tanpa kotoran?
Selain kotoran, gatal bisa disebabkan oleh infeksi jamur ringan, sisa air setelah berenang, eksim pada kulit telinga, atau reaksi alergi terhadap sampo dan sabun. Jika gatal terus-menerus, pemeriksaan dokter diperlukan untuk melihat penyebab pastinya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top