Kenapa Telinga Berdengung Sebelah Kiri? Ini Penjelasannya

Lampu kamar sudah dimatikan, suasana hening, lalu muncul suara “ngiiing” halus di telinga kiri. Suara itu tidak berasal dari kipas angin atau jalanan — hanya Anda yang mendengarnya. Wajar jika muncul pertanyaan, kenapa telinga berdengung sebelah kiri dan apakah ini pertanda sesuatu yang serius. Kabar baiknya, sebagian besar dengungan bersifat sementara dan punya penjelasan yang masuk akal. Artikel ini membahas penyebab medisnya, cara meredakannya, serta tanda-tanda yang sebaiknya segera diperiksakan.

Apa Sebenarnya yang Terjadi Saat Telinga Berdengung?

Dalam istilah medis, sensasi mendengar suara tanpa sumber bunyi dari luar disebut tinitus (tinnitus). Suaranya bisa berupa dengingan, dengungan, desisan, gemuruh, atau bunyi seperti jangkrik. Tinitus bukan penyakit yang berdiri sendiri, melainkan gejala — semacam alarm bahwa ada sesuatu di sistem pendengaran atau tubuh yang perlu diperhatikan.

Penjelasan sederhananya begini. Di dalam telinga bagian dalam terdapat ribuan sel rambut halus yang bertugas mengubah getaran suara menjadi sinyal listrik untuk otak. Ketika sel-sel ini lelah, rusak, atau terganggu, otak bisa “mengarang” sinyal suara sendiri untuk mengisi kekosongan. Dengungan yang Anda dengar adalah hasil dari sinyal buatan tersebut.

Tinitus tergolong keluhan yang sangat umum. Beberapa tinjauan medis memperkirakan sekitar 10–15% orang dewasa pernah mengalaminya dalam derajat tertentu, meski hanya sebagian kecil yang merasa benar-benar terganggu. Angka ini perkiraan dan bisa berbeda antar populasi serta metode survei.

Kenapa Telinga Berdengung Sebelah Kiri Saja?

Pertanyaan ini masuk akal dan memang penting secara klinis. Dengungan yang muncul hanya di satu sisi disebut tinitus unilateral, dan dokter biasanya memberi perhatian lebih pada kasus seperti ini.

Alasannya sederhana: kedua telinga umumnya menerima paparan yang mirip. Jika hanya sisi kiri yang bermasalah, kemungkinan besar ada faktor lokal — misalnya sumbatan, infeksi, atau gangguan struktur — yang hanya mengenai sisi tersebut. Sementara itu, dengungan di kedua telinga lebih sering berkaitan dengan faktor umum seperti penuaan atau paparan suara keras.

Ini bukan alasan untuk panik. Sebagian besar tinitus sebelah kiri disebabkan hal sepele seperti kotoran telinga. Namun karena persentase kecil kasus berkaitan dengan kondisi yang perlu penanganan, dengungan satu sisi yang menetap sebaiknya tidak diabaikan berbulan-bulan.

Penyebab Umum Telinga Berdengung Sebelah Kiri

Berikut penyebab yang paling sering ditemui, dari yang paling ringan hingga yang perlu perhatian khusus.

1. Penumpukan kotoran telinga (serumen)

Ini penyebab tersering dan paling mudah diatasi. Serumen yang mengeras dan menyumbat liang telinga membuat gendang telinga tidak bergetar normal, sehingga muncul dengungan disertai rasa penuh dan pendengaran yang meredup. Kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud justru sering mendorong kotoran makin dalam. Pembersihan sebaiknya dilakukan tenaga medis, bukan dikorek sendiri.

2. Paparan suara keras

Konser, mesin pabrik, knalpot, atau earphone dengan volume tinggi dapat melelahkan sel rambut telinga dalam. Jika Anda sering menggunakan earphone hanya di satu sisi — misalnya sambil menyetir atau menerima telepon — sisi itulah yang lebih dulu terdampak. WHO memperkirakan lebih dari satu miliar anak muda berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat kebiasaan mendengarkan yang tidak aman.

3. Infeksi dan gangguan tuba eustachius

Pilek berat, sinusitis, atau infeksi telinga tengah bisa menyebabkan penumpukan cairan dan tekanan. Tuba eustachius — saluran kecil yang menghubungkan telinga tengah dengan belakang hidung — berfungsi menyeimbangkan tekanan. Ketika saluran ini tersumbat, telinga terasa penuh, berdengung, dan kadang seperti mendengar suara sendiri terlalu keras.

4. Tinitus pulsatil (berdenyut mengikuti detak jantung)

Jika dengungannya terdengar seperti “wus-wus” yang berirama mengikuti denyut nadi, kondisi ini disebut tinitus pulsatil. Penyebabnya berkaitan dengan aliran darah di sekitar telinga, misalnya tekanan darah tinggi, anemia, atau kelainan pembuluh darah. Jenis ini sebaiknya diperiksakan karena penyebabnya berada di luar telinga.

5. Penyakit Ménière

Kondisi ini terjadi akibat gangguan keseimbangan cairan di telinga dalam. Cirinya cukup khas: dengungan di satu sisi, disertai pusing berputar (vertigo), rasa penuh, dan pendengaran yang naik-turun. Serangannya datang berulang dalam hitungan menit hingga jam.

6. Efek samping obat tertentu

Beberapa golongan obat bersifat ototoksik, artinya berpotensi mengganggu fungsi telinga dalam. Contohnya beberapa antibiotik tertentu, obat kemoterapi, obat diuretik, dan konsumsi obat pereda nyeri golongan salisilat dalam jangka panjang. Jangan pernah menghentikan atau mengubah obat resep sendiri — diskusikan dulu dengan dokter yang meresepkan.

7. Gangguan sendi rahang, leher, dan otot

Sendi rahang (TMJ) letaknya berdekatan dengan telinga. Kebiasaan mengertakkan gigi saat tidur, masalah gigi geraham, atau ketegangan otot leher di satu sisi dapat memicu dengungan pada sisi yang sama. Petunjuknya, dengungan berubah intensitasnya saat Anda mengunyah atau menoleh.

8. Stres, kurang tidur, dan kelelahan

Stres tidak menciptakan tinitus dari nol, tetapi membuat otak lebih peka terhadap suara yang sebelumnya terabaikan. Banyak orang menyadari dengungannya memburuk saat sedang banyak pikiran atau kurang tidur. Lingkaran ini bisa saling memperkuat: dengungan bikin cemas, cemas bikin dengungan terasa makin keras.

Ciri yang Anda rasakan Kemungkinan arah penyebab
Telinga terasa penuh, pendengaran meredup Sumbatan serumen atau cairan
Muncul setelah konser atau suara keras Kelelahan sel rambut telinga dalam
Berdenyut mengikuti detak jantung Terkait aliran darah (tinitus pulsatil)
Disertai vertigo berulang Perlu evaluasi penyakit telinga dalam
Berubah saat mengunyah atau menoleh Terkait sendi rahang atau otot leher
Muncul setelah minum obat baru Kemungkinan efek samping obat

Tabel ini hanya panduan awal untuk membantu Anda bercerita lebih jelas ke dokter, bukan alat untuk mendiagnosis diri sendiri.

Telinga Berdenging Sebelah Kiri Itu Pertanda Apa?

Pertanyaan “telinga berdenging sebelah kiri itu pertanda apa” termasuk yang paling sering dicari, dan jawabannya bergantung pada sudut pandang mana yang dipakai.

Dari sisi medis, dengungan adalah pertanda fisik: ada perubahan pada sistem pendengaran, aliran darah, saraf, atau kondisi tubuh secara umum. Ia tidak memprediksi peristiwa, tidak menandakan seseorang sedang membicarakan Anda, dan tidak berkaitan dengan nasib baik atau buruk.

Di masyarakat Indonesia, berbagai kepercayaan turun-temurun mengaitkan telinga berdenging dengan pertanda tertentu, termasuk hitungan primbon. Kepercayaan ini adalah bagian dari budaya dan tidak memiliki dasar ilmiah yang bisa diuji. Masalahnya baru muncul ketika keyakinan tersebut membuat seseorang menunda pemeriksaan padahal keluhannya sudah berlangsung berbulan-bulan.

Apa arti telinga berdenging di sebelah kiri menurut Islam?

Pertanyaan ini juga banyak dicari. Perlu dipahami bahwa dalam kajian keislaman arus utama, tidak ada rujukan kuat dan disepakati yang menetapkan makna khusus untuk telinga berdenging sebelah kiri maupun kanan. Banyak ulama justru mengingatkan agar umat tidak mengaitkan tanda-tanda fisik dengan ramalan nasib, karena hal itu mendekati praktik yang dikenal sebagai tathayyur (menganggap sesuatu sebagai pertanda sial atau untung).

Sebagian orang memilih merespons dengan berzikir, membaca selawat, atau berdoa. Praktik semacam ini bisa memberi ketenangan batin dan sah-sah saja dilakukan. Yang perlu dihindari adalah menjadikannya pengganti pemeriksaan medis ketika dengungan sudah menetap atau disertai gejala lain. Menenangkan hati dan memeriksakan telinga bukan dua hal yang saling bertentangan.

Apa yang Harus Kita Lakukan Ketika Telinga Berdengung?

Ketika dengungan muncul, langkah pertama bukan mencari obat, melainkan mengamati. Berikut langkah praktis yang bisa dilakukan di rumah:

  • Catat polanya. Kapan muncul, berapa lama, di sisi mana, dan apakah ada pemicunya. Catatan ini sangat membantu dokter nanti.
  • Jauhi sumber suara keras untuk sementara, dan turunkan volume earphone. Aturan praktis: jika orang di sebelah bisa mendengar musik Anda, volumenya terlalu tinggi.
  • Jangan korek telinga dengan cotton bud, jepit rambut, atau benda apa pun. Ini sering memperparah keadaan.
  • Hindari suasana yang benar-benar sunyi. Keheningan total justru membuat dengungan terdengar makin dominan. Suara latar lembut seperti kipas angin atau musik pelan membantu menyamarkannya.
  • Kurangi kafein, rokok, dan alkohol jika Anda merasa keluhan memburuk setelah mengonsumsinya.
  • Perbaiki tidur dan kelola stres. Kurang tidur konsisten membuat tinitus terasa lebih mengganggu.

Jika dengungan hilang sendiri dalam beberapa jam sampai satu-dua hari setelah paparan suara keras, biasanya itu reaksi sementara. Yang perlu diperhatikan adalah dengungan yang bertahan lebih dari satu minggu tanpa perbaikan.

Bagaimana Cara Mengatasi Telinga Berdengung Sebelah Kiri?

Belum ada satu terapi tunggal yang bisa menghilangkan tinitus pada semua orang. Pendekatan yang dipakai dokter umumnya berfokus pada dua hal: mengatasi penyebab dasarnya dan menurunkan tingkat gangguannya.

Menangani penyebab dasar. Jika sumbernya sumbatan serumen, pembersihan oleh tenaga medis sering langsung menghilangkan keluhan. Bila penyebabnya infeksi, tekanan darah tinggi, anemia, atau masalah gigi dan rahang, penanganan kondisi tersebut yang menjadi prioritas.

Terapi suara (sound therapy). Metode ini menggunakan suara latar netral — white noise, suara hujan, atau musik instrumental — untuk mengurangi kontras antara dengungan dan keheningan. Otak perlahan belajar menganggap dengungan sebagai suara yang tidak penting.

Alat bantu dengar. Pada orang yang tinitusnya menyertai penurunan pendengaran, alat bantu dengar sering meringankan keluhan karena suara lingkungan kembali terdengar jelas.

Pendekatan psikologis. Terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy) tidak menghilangkan suaranya, tetapi berdasarkan berbagai penelitian berpotensi menurunkan tingkat stres dan gangguan yang ditimbulkannya. Ini pilihan yang relevan bagi mereka yang sampai terganggu tidurnya.

Perubahan gaya hidup. Pelindung telinga saat bekerja di lingkungan bising, olahraga teratur, tidur cukup, dan pengendalian tekanan darah termasuk langkah pendukung yang masuk akal. Anda bisa membaca lebih lanjut soal ini di artikel kami tentang cara menjaga kesehatan pendengaran sehari-hari. [INTERNAL LINK]

Perlu ditegaskan, tidak ada obat bebas yang terbukti “menyembuhkan” tinitus secara pasti. Berhati-hatilah terhadap produk yang mengklaim dijamin sembuh dalam hitungan hari.

Ilustrasi Kasus: Ketika Earphone Sebelah Jadi Penyebabnya

 

Berikut gambaran kasus yang umum ditemui, disusun sebagai ilustrasi edukatif (bukan data pasien tertentu).

Seorang pekerja customer service berusia 29 tahun mengeluh telinga kiri berdenging sejak sekitar tiga minggu. Dengungan terdengar paling jelas malam hari menjelang tidur. Ia tidak mengalami vertigo dan pendengarannya terasa normal.

Saat ditelusuri kebiasaannya, terungkap dua hal. Pertama, ia memakai headset satu sisi — selalu di telinga kiri — selama hampir delapan jam kerja. Kedua, volume dinaikkan karena kantor cukup ramai. Pemeriksaan juga menemukan penumpukan serumen ringan di sisi yang sama.

Setelah serumen dibersihkan tenaga medis, headset diganti dua sisi dengan volume lebih rendah, dan diberi jeda istirahat telinga tiap satu jam, keluhannya berkurang bertahap dalam beberapa minggu. Pola seperti ini sering terjadi: penyebabnya bukan satu hal besar, melainkan kombinasi kebiasaan kecil yang menumpuk di satu sisi.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke dokter atau dokter spesialis THT jika Anda mengalami salah satu kondisi berikut:

  • Dengungan hanya di satu telinga dan menetap lebih dari satu minggu tanpa perbaikan.
  • Disertai penurunan pendengaran mendadak — ini kondisi yang perlu penanganan cepat.
  • Disertai vertigo atau pusing berputar yang berulang hingga mengganggu keseimbangan.
  • Dengungan berdenyut mengikuti detak jantung.
  • Ada keluar cairan atau darah dari telinga, nyeri hebat, atau demam.
  • Muncul setelah cedera kepala atau setelah menyelam.
  • Disertai kelemahan atau mati rasa pada wajah di sisi yang sama.
  • Keluhan sampai mengganggu tidur, konsentrasi, atau memicu kecemasan berat.

Pemeriksaan awal biasanya meliputi pemeriksaan liang telinga, tes pendengaran (audiometri), dan penelusuran riwayat kesehatan serta obat yang sedang dikonsumsi. Pada kasus tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan. Informasi mengenai prosedur tes pendengaran kami bahas terpisah. [INTERNAL LINK]

Kesimpulan

Jadi, kenapa telinga berdengung sebelah kiri? Penyebabnya beragam, mulai dari kotoran telinga yang menumpuk, paparan suara keras di satu sisi, infeksi, gangguan aliran darah, masalah sendi rahang, hingga efek samping obat. Dengungan satu sisi memang layak diperhatikan lebih serius dibanding dua sisi, tetapi mayoritas kasus berakar pada hal yang bisa ditangani.

Langkah paling bijak adalah mengamati polanya, menghindari suara keras, berhenti mengorek telinga, lalu memeriksakan diri bila keluhan menetap atau disertai gejala lain. Soal tafsir mitos maupun keyakinan pribadi, silakan dihayati masing-masing — yang penting jangan sampai menunda pemeriksaan karenanya.

Punya pengalaman serupa dengan telinga berdengung? Bagikan cerita Anda di kolom komentar, dan berlangganan agar tidak ketinggalan artikel kesehatan THT lainnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah telinga berdengung sebelah kiri berbahaya? Sebagian besar tidak berbahaya dan bersifat sementara, terutama jika muncul setelah paparan suara keras. Yang perlu diwaspadai adalah dengungan satu sisi yang menetap lebih dari seminggu atau disertai vertigo, penurunan pendengaran, dan nyeri. Pemeriksaan ke dokter THT akan memastikan penyebabnya.

2. Berapa lama telinga berdengung biasanya hilang? Dengungan akibat suara keras umumnya mereda dalam hitungan jam sampai satu hingga dua hari. Jika penyebabnya sumbatan serumen, keluhan sering langsung membaik setelah dibersihkan tenaga medis. Dengungan yang bertahan lebih dari beberapa minggu perlu dievaluasi lebih lanjut.

3. Apakah stres bisa menyebabkan telinga berdengung? Stres jarang menjadi penyebab tunggal, tetapi terbukti memperberat persepsi terhadap dengungan. Saat cemas dan kurang tidur, otak menjadi lebih peka pada suara internal yang biasanya terabaikan. Mengelola stres dan memperbaiki kualitas tidur sering membantu menurunkan intensitas keluhan.

4. Bolehkah membersihkan telinga sendiri saat berdengung? Sebaiknya tidak menggunakan cotton bud atau benda keras apa pun. Alat semacam ini justru mendorong kotoran lebih dalam dan berisiko melukai gendang telinga. Pembersihan paling aman dilakukan oleh tenaga medis dengan alat yang sesuai.

5. Apakah telinga berdengung bisa sembuh total? Tergantung penyebabnya. Bila akibat serumen, infeksi, atau efek obat yang bisa disesuaikan, keluhan sering hilang sepenuhnya. Pada tinitus kronis, fokus terapi lebih pada menurunkan gangguannya sehingga tidak lagi mengusik aktivitas sehari-hari.


Catatan Penting

Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif umum dan tidak dimaksudkan sebagai diagnosis, resep, atau pengganti nasihat medis profesional. Setiap orang memiliki kondisi yang berbeda, sehingga penanganan yang tepat hanya dapat ditentukan setelah pemeriksaan langsung. Untuk keluhan telinga berdengung yang Anda alami, konsultasikan dengan dokter atau dokter spesialis THT.

Perlu diketahui pula bahwa panduan kesehatan dapat berubah seiring munculnya penelitian terbaru. Kami menyarankan pembaca mengecek sumber resmi seperti situs Kementerian Kesehatan RI (kemkes.go.id), World Health Organization (who.int), atau platform kesehatan terpercaya seperti Alodokter dan Halodoc untuk informasi versi terkini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top